Mencicipi Segelas Jamu Dipinggir Jalan Malioboro

Sungguh kala siang itu membuat aku rindu. Jalanan seperti hari-hari biasa ramai tapi tidak membuat gerah. Pulang kuliah dengan bersepeda menimbulkan enegri yang positif dan sampai di jalan Malioboro aku pun mampir sebentar di lapak baju batik milik bude. Usia yang tidak muda lagi tetapi memiliki semangat muda untuk terus berusaha mencari rejeki.
"Jamu-jamu" suara yang tidak terlalu keras bersumber dari pinggir jalan. Ibu paruh baya membawa dagangan jamu gendong yang dinaikan ke grobak sepeda. Waduh saya bingung menjelaskanya haha tapi mungkin kamu bisa membayangkan seperti apa ? "Mau jamu po ?" tawar bude kepadaku. Seperti biasa aku pun menolak dengan senyuman tapi tetap saja bude membelikan segelas jamu. Gerobak jamu milik ibu itu terdapat berbagai macam botol-botol jamu yang beraneka manfaat, hanya saja aku tidak tahu apa yang dipesan untukku.
Rasa jamu itu pahit tetapi berkhasiat, namun jamu ini tidak pahit mungkin karena suasana yang berbeda minum jamu di pinggir jalan Malioboro yang nyaman kala itu membalikan rasa jamu yang biasanya pahit atau memang tidak pahit. Aku rindu kala itu.

Share:

2 komentar: