#6 Java Summer Camp 2017 Bertajuk Explore Amazing Sleman


Java Summer Camp 2017 telah selesai digelar, pada tahun ini merupakan ke 6 kali sudah dilaksanakan. Dengan bertajuk Explore Amazing Sleman, Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan juga luar negeri. Terdapat dua peserta asing yang berasal dari Jepang dan Polandia. Dimulai pada hari Jum’at pagi peserta mulai berkumpul di basecamp STIPRAM Yogyakarta beralamatkan di Jl. Laksana Adisucipto KM.5, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281. Peserta memulai kegiatan selanjutnya dengan mengikuti workshop batik pewarna alam di J-Walk yang nantinya kain batik yang sudah dibuat peserta akan digunakan saat menonton pagelaran Sendratari Prambanan Ramayana Ballet. Sudahkan anda tahu bahwa Ramayana Ballet sudah masuk dalam Guinness World Records sebagai World Largest Ramayana Dance ? Jika belum, perlu menjadi tugas semua masyarakat Indonesia bahwa kita memiliki banyak hal yang harus dilestarikan salah satunya Ramayana Ballet.

Masih di tempat yang sama yaitu J-Walk peserta Java Summer Camp mengikuti workshop blogger yang dibersamai oleh Duta Damai Yogyakarta. Materi yang disampaikan adalah Micro Bloging, dicontohkan dengan media sosial Instagram kita bisa membuat kepsyen yang baik dan bermuatan konten positif. Selain menulis, cara menggambil foto yang baik, bagus, dan disukai pengguna instagram. Selama tiga hari peserta diharapkan mengunggah foto dan memberikan kepsyen yang bermuatan konten positif di Instagram dengan memberi hestek #JavaSummerCamp2017, #JavaSummerCampDay1, #JavaSummerCampDay2, #JavaSummerCampDay3, serta menandai akun @wisatasleman, @kabarsleman, @pojok_damai, dan @ayog_damai. 

Peserta berangkat dari J-Walk menuju Bumi Perkemahan Rama Sinta yang mana peserta dapat melihat Candi Prambanan dari depan tenda masing-masing. Dari sore hari hingga malam peserta melengkapi artibut tenda yang belum terpasang dan mepersiapkan Opening Ceremony & Welcome Dinner. Meriah, penuh pesona, dan kental akan kebudayaan dari mulai upacara pembukaan disambut dengan tarian tradisional dan diakhiri juga dengan tari-tarian. Dengan latar belakang yang memikat hati serta rasa peserta yaitu Candi Prambanan di malam hari.

Matahari terbit pagi itu diselimuti oleh kabut yang tebal di kawasan Candi Prambanan, namun tidak lantas peserta camp bermalas-malasan. Peserta camp diajak untuk kelapangan untuk mendengarkan penjelasan dari Komunitas Malam Museum terikait candi-candi. Selanjutnya perserta diajarkan cara membersihkan candi dengan menggunakan peralatan yang sudah disedian diantaranya sapu lidi dan sikat. Sekitar 15 menit kami praktek membersihkan candi, rasanya sungguh bangga bisa menjaga melestarikan warisan nenek moyang.

Kreativitas peserta Java Summer Camp diasah melalui pelatihatn cutting paper, dimana peserta menggunting kertas berwarna-warni sehingga saat selesai digunting akan membentuk pola-pola yang indah. Setelah itu peserta mengikuti acara yang salah satunya paling seru yaitu Festival Candi dengan menaiki mobile jeeb menyusuri candi-candi di Sleman yang kaya akan sejarah dan nilai budaya yang tinggi.

Seperti tidak kenal kata lelah peserta dimalam hari menonton pagelaran sendratari Ramayana Ballet dengan sangat antusias. Seluruh kursi untuk menonton Ramyana Ballet penuh dengan pengunjung dari manca negara hingga wisatawan lokal. Peserta dibuat takjub dengan adegan pembakaran Alengka oleh Hanoman. Wow, dua buah gubuk yang cukup besar benar-benar membara sampai hangus terbakar. Ramayana Ballet selesai bukan berarti acara dan semangat peserta Java Summer Camp padam, kita membuat sebuah lingkaran untuk membuat api unggun dan melakukan pentas seni dari setiap kelompok yang sudah ada. Kreativitas peserta ditunjukan di panggung Java Summer Camp 2017 dari mulai membaca puisi, bernyayi, drama komedi, hingga tari tradisional yang dikreasikan. Sungguh kalian benar-benar generasi yang akan selalu menjaga warisan budaya Indonesia semoga bisa terus menularkan virus positif untuk teman-teman yang belum berkesempatan mengikuti acara Java Summer Camp.

Hari ketiga yang sudah melewati dua hari penuh dengan kegiatan positif tidak merdupkan energi dari peserta Java Summer Camp 2017. Dipagi hari dengan sentuhan kabut yang mulai pudar oleh sinar mentari, peserta mengikuti pelatihan Jemparingan oleh komunitas Paseduluran Jemparingan Langenastro Ngayogyakarta Hadiningrat. Apakah memanah itu melelahkan ? Iya, memegang busur harus benar dengan sikap duduk bersila harus menggunakan hati dan perasaan. Karena tidak ada kompetisi dalam Jemparingan, yang ada adalah latihan dengan predikat jitu. Selanjutnya acara City Tour peserta menjelajahi wilayah yang dulunya merupakan pabrik gula. Sayang seribu sayang, peserta sudah tidak bisa melihat wujud dari bangunan pabrik gula, namun bangunan seperti tempat tinggal pekerja dari jaman belanda masih kokoh berdiri ada yang menjadi salah satu bangunan sekolah dan beberapa digunkan untuk rumah warga.

Penutupan dilakukan penuh dengan kegembiraan di obyek wisata Lava Bantal, sudah pernah ke Lava Bantal ? Di pulau jawa hanya disini anda bisa menemukan Lava Bantal. Peserta diberikan mendali untuk yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan Java Summer Camp 2017 di pendopo dalam kawasan Lava Bantal.

Share:

10 komentar:

  1. Mantap tuh bisa kamp bareng ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ketemu temen-temen asing pula ☺️

      Hapus
  2. mudah mudahan tahun depan ada lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kak daf, ini setiap tahun kok ☺️ Daftar ya

      Hapus
  3. Warbyasah kak lanjutkaaan, enak ya gratis haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa suruh ndak daftar kak 🙄 Yang gratis itu enak abis kak... bahaha

      Hapus