HokBen Kaliurang Kenyamanan Untuk Semua

Chiken Stick, dokumentasi monyoku.com

Suatu sore yang cerah aku sibuk dengan berbagai tugas magang yang harus diselesaikan malam itu. Tetapi rasa lapar muncul dengan tidak diduga-duga, tetapi ingin makan dengan suasana nyaman dan bisa mengerjakan tugas. Akhirnya aku pun memutuskan untuk datang ke Hokben Kaliurang. Dengan pertibangan akses yang mudah dan dekat dengan daerah kampus jadi setelah selesai mengerjakan tugas aku bisa langsung mecetak hasil tugasku. Jalanan lumayan padat melewati Jalan Kaliurang tetapi parkir kendaraan yang luas membuat lega hatiku. Mobil dan motor bisa leluasa memparkirkan kendaraanya dengan rapi dan dijaga oleh tukang parkir yang ramah dan berhati nyaman . Iya, Jogja banget ya...

Dengan membawa laptop yang cukup besar dan tote bag berisi lembaran-lembaran tugas membuat aku harus merapikan bawaaan yang cukup banyak. Didepan Hokben tersedia kursi dan meja untuk menikmati menu dengan cuaca dan udara Jogja dari luar. Dan aku pun bisa menatat barang bawaan dengan leluasa disini. Kesan pertama memasuki Hokben Kaliurang sangat sejuk dengan sedikit pintu yang aku buka. Masuk Hokben Kaliurang disambut dengan sapaan dalam bahasa Jepang. Ramah ya..
Dengan memesan es sari leci hmmm... bikin adem pikiran nih... pikirku saat memesanya. Yakitori dan Chicken Stick menjadi pilihanku berikutnya. Melihat Yakitori ini mirip dengan sate. Tetapi tanpa bumbu kacang yesss. Sambil menunggu pesanan aku melanjutkan tugas dengan membuka laptop di meja yang lebar sehingga aku bisa mengerjakan dengan nyaman.

Dekorasi di HokBen Kaliurang simpel dengan dominan warna kuning yang mengihasi dinding dan kursi yang terbuat dari plastik serta sofa juga ada. Sedikit cerita nih Hokben itu dulunya bernama Hoka Hoka Bento  kemudian mengganti nama pada tahun 2013. Dulunya Hoka Hoka Bento berarti hangat hangat bersama. Iya, dapa saya simpulkan HokBen melayani dengan sangat baik hingga dianggap melayani keluarga sendiri. Dan kamu tahu nama anak kecil yang menjadi logo HokBen ? mereka adalah Hanako dan Taro.

Akhirnya datang juga pesanaku, yaitu Es Sari Leci untuk menyejukan pikiran dan memaniskan hariku yang penuh dengan tugas ini. Berikutnya Yakitori menu yang nikmat saat gigitan pertama. Daging dengan bumbu meresap kedaging membuat rasanya benar-benar nyam nyami... Untuk menu utama yaitu Chiken Stick dengan penyajian bowl yang pas ditangan sangat nyaman. Dimasak dengan dibakar membuat rasanya mirip dengan Yakitori tetapi jika di Chiken Stick saus yang meyilmuti daging pagang ini membuat kenikmatan tidak terandingin. Ditambah nasi hangat terasa tugas yang akun kerjakan biitu mudah. Mendapatkan energi kembali untuk bersemangat menyelesaikan tugas. Nah, ndak kuat dengan rasa dari Es sari leci, Yakitori, dan Chiken Stick silahkan melihat vlog berikut ini...


Share:

Mengunjungi Pantai Syariah Pulau Santan Banyuwangi

nelayan di Pantai Syariah, dokumentasi @raniajah
Matahari waktu itu sudah mulai berwarna merah telur, kira-kira sudah lewat jam 4 sore. Tempatnya hari jum’at tanggal 20 bulan ke sepuluh dan masih tahun 2017. Aku menginjakkan kaki dipasir hitam yang disebut Pulau Santan atau juga sering disebut Pantai Syariah. Aku mencari sebuah perbedaan dan cerita dibalik nama tersebut.

Aku mengawalinya dengan membeli tiket memasuki Pantai Syariah atau Pulau Santan yang pada saat itu ada produk minuman yang menjadi sponsor. Jadi saat membeli tiket akan mendapatkan satu gelas minuman teh. Wah, bagus juga diterapkan jika yang menjadi sponsor adalah produk dari masyarakat sekitar jadi bisa sekalian meningkatkan pendapatan. Tidak harus minuman tetapi produk olahan khas juga bisa. Hitung-hitung memberikan promosi untuk wisatawan yang berkunjung.


jembatan ungu pulau santan, dokumentasi @raniajah
Untuk menyebrang ke Pulau Santan atau menjelajahi Pantai Syariah, kita tidak perlu naik kapal, pesawat, maupun ojek tetapi cukup jalan kaki dari tempat pembelian tiket masuk karena akan ada jembatan yang berwarna ungu serta berjejer payung yang akan mengantarku sampai ke Pulau Santan maupun Pantai Syariah. Dari jembatan yang aku lalui dapat terlihat kanan dan kiri yaitu tumbuhan Bakau. Hijaunya daun Bakau membuat mataku terjenihkan.

Dan sepintas muncul pertanyaan pada diri sendiri “Kenapa disebut Pulau Santan ya ?” Padahal aku bisa menyebrang dengan jembatan dan jaraknya tidak jauh seperti Jembatan Suramadu. Dan ternyata Pulau ini memang terpisah dengan adanya sungai yang membuatnya menjadi Pulau. Lalu Santan itu apa ? Apa buah kelapa yang diparut kemudia air perasannya disebut santa dan banyak sekali yang menjualnya di Pulau ini ? Bukan ya, Disebut Pulau Santan karena terdapat banyak pohon Santan yang tumbuh di Pulau ini.

Sudah terlihat papan yang bertuliskan Pantai Syariah. Dari nama pantai yang disebut Syariah membuatku pun muncul banyak pertanyaan tentang itu. Apakah laki-laki dan perempuan akan dipisahkan ? Lalu bagaimana keluarga yang memiliki 1 orang ibu dan 1 ayah dengan 5 orang anak laki-laki dan mereka akan terpisah ? Atau apakah ada hijab pemisah antara pantai area laki-laki dengan area perempuan ? Dari pada bertanya sendiri dan membuat opini aneh-aneh ayoo kita meluncur ke Pantai Syariah.

Perhatikan papan yang ada didepan ya, area perempuan dikiri dan area laki-laki dikanan. Sepanjang mata memandang ke pantai area perempuan lebih sepi dan tidak terlihat bangunan rumah. Hal ini menjawab pertanyaanku tentang tidak adanya hijab pembatas ya. Nah, tadi yang aku katakan area perempuan tidak ada bangunan berbanding terbalik area laki-laki banyak warung dan fasilitas kamar mandi. Atau jangan-jangan mataku saja yang luput ya.

dibelakang nelayan tampak sampah berserakan, dokumentasi @raniajah

Aktivitas yang banyak dari warga sekitar Pantai Syariah membuat aku ingin menikmatinya. Mengamati kegiatan pada sore hari yang penuh perjuangan. Para nelayan yang menebarkan jaring dan para ibu-ibu serta anak-anak sambil bermain mereka membantu mengambil hasil tangkapan menggunakan jaring. Tidak perlu jauh ke tengah lautan di bibir Pantai Syariah sudah bisa mendapatkan ikan. Tetapi sangat disayangkan tidak hanya ikan yang terjaring tetapi banyak sekali sampah yang didapatkan. Entah dari mana sampah ini, tetapi yang jelas ini sampah abis pakai seperti bungkus plastik dari sabun cuci. Apakah ada petugas atau kegiatan rutin yang dilakukan untuk membersihkan sampah-sampah itu ? Akupun tidak tahu, tetapi untuk wisatawan dari menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam menggunkan kereta dan dilajutkan naik angkot. Aku sungguh menyayangkanya.

Sambil duduk dibawah pohon yang berada di depan rumah warga, aku mengamati kegiatan yang cukup membuatku bingung. Kenapa di area laki-laki banyak ibu-ibu yang diperbolehkan masuk. Apakah area pantai laki-laki boleh untuk perempuan ? Maka dari itu salah satu teman mencoba masuk pantai area perempuan dan tidak diperbolehkan masuk karena itu khusus perempuan. Jadi.. seperti itu,

Dan pikirku juga harus berpakaian selayaknya yang sudah diajarkan dalam agam Islam yaitu harus menutupi aurat. Misalnya wisatawan laki-laki yang menggunakan celana pendek bisa menggunkan kain yang bermotif yang disediakan pengelola untuk disewakan sekalian mengenalkan kebudayaan dari motif-motif kain misalkan corak baik. Sedangkan untuk perempuan bisa menggunakan pakaian yang tertutup. Ada desain baju renang khusus yang bisa dipakai ya ?

Sedikit bercerita dengan warga katanya pantai ini dulunya banyak pengunjung yang melakukan kegiatan negatif. Hmm.. apa saja hayo ? Nah, untuk menghilangkan atau mencegah perbuatan yang merugikan dijadikanlah Pantai Syariah ini. Bagaimana menurut mu ?

Jika Pantai Syariah ini ada di Jogja pantai mana yang cocok menurutmu ya ? Eh tunggu dulu dari sini aku dapat mengkategorikan Pantai Syariah sebagai Destinasi Pariwisata Halal. Definisi Pariwisata Halal sendiri menurut presentasi Kementrian Pariwisata tanggal 29 September 2017 ialah “Berbagai macam kegiatan wisata dan didukung fasilitas serta layanan yang dibolehkan dalam ajaran Islam yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, disediakan oleh dunia usaha, masyarakat setempat, pemerintah (pusat dan derah).

Maka seandainya ada Pariwisata Halal di Jogja seharusnya bagiaman ya ? Silahkan berikan pendapatmu dibawah ya ? Tunggu artikel berikutnya yang masih membahas tentang Pariwisata Halal. Jika artikel berjudul “Mengunjungi Pantai Syariah atau Pulau Santan di Banyuwangi” bermanfaat bagi teman, saudara, atau orang yang belum kamu kenal. Silahkan membagikannya diakun sosial media kamu. Terimakasih!
Share:

My Generation Film Cerminan Anak Genereasi Milenial


My Generation Film merupakan cerminan anak-anak pada jaman generasi milenial. Banyak yang menyebutkan kata-kata Kids Zaman Now yang menjadi sangal viral saat melihat fenomena remaja di zaman sekarang. Mulai dari tingkah laku, cara berpakaian, dan gaya bahasa yang menurut saya beraneka ragam. Bagaimana menurutmu anak-anak di zaman milineal ? Nah, jika ingin mengetahui gambarannya bisa melalui film besutan sutradara Upi (@upirocks). My Generation Film bercerita tentang 4 sahabat yang dihukum karena membuat video kritikan terhadap sekolah, guru & orang tua. Dan sejak saat itu kehidupan mereka tidak sama lagi.
Film yang disutradari Upi memiliki 4 pemeran yang sangat menggambarkan Kids Jama Now. Siapa saja mereka ? Ayo kita kenalan..

Lutesha (@lutesha) berperan sebagai Suki digambarkan dalam Film My Generation, dia merupakan perempuan yang paling cool diantara teman-temannya. Lihat saja dari rambutnya yang berwarna ungu. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri dan dia punya mencoba untuk menyembuyikannya. Tetapi dengan sikap orang tuanya yang selalu berfikir negatif kepadanya.

Briyan Langelo (@bryanlangelo) berperan sebagai zeke yang merupakan pemuda rebellions tetapi juga  easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya. Ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam dihatinya. Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya sebagai seorang anak. Sejak kecelakaan yang menimpa adiknya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrotasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.

Arya Vasco (@aryavasco) berperan sebagai Konji yaitu pemuda polos dan naïve, tengah mengalami dilemma dengan masa pubertasnya. Ia merasa ditekan oleh aturan orang tuanya yang sangat ketat dan over protective. Hingga ada satu peristiwa yang membuatnya shock, hal itu membuat kepercayaan pada orang tuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.

Alexandra Kosasie (mbak.anda) berperan sebagai Orly yaitu perempuan yang kritis, pintar, dan berperinsip. Ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang “melabeli” kaum perempuan. Salah satunya tetang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan mengahancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Diluar itu Orly bermasalah dengan Ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang Ibu tidak sesaui dengan umurnya.

Dari semua remaja tersebut memiliki kesamaan yaitu dalam masa pubertas yang harusnya memiliki panutan yang baik untuk dicontoh dan bisa menjadi diri mereka sendiri. Dan sangat rawan untuk melakukan hal yang negatif jika tidak memiliki arahan dari orang yang lebih tua. Tetapi kenyataan yang ada dalam lingkunganya bertolak belakang dengan yang seharunya. Seharusnya guru memberikan contoh yang baik. Orang tua bisa memberikan kasih saying yang tulus kepada anaknya. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya ya ? Hmmm.. jadi penasaran, tenang saja My Generation Film akan tayang mulai 9 November 2017 jadi bisa mulai melingkari tanggalan untuk menonton film ini ya.

Para public figure juga memberikan testimoni tentang film My Generation ini loh.. Siapa saja ya mereka ? Ada Vidi Aldiano, Agung Hapsah, Bayu Skak, Jevin Julian, Reza Oktavian, Yoris Sebastian, Kevin Hendriawan dan masih ada yang lainnya. Penasaran juga ? apa kata mereka tentang My Generation Film ini ? yuk kepoin akun Instagram officialnya @mygenerationfilm dan dapatkan informasi serta kuis yang bisa kamu ikuti terkait My Generation Film.

Terimakasih sudah membaca artikel berudul “My Generation Film Cerminan Anak Genereasi Milenial” jika artikel ini bermanfaat silahkan bagikan dengan teman, sahabat, dan keluarga anda!

Share: