Unboxing Jogja Cushy Cheese Bersama Ria Ricis



Jika mendengar kata “cake” langsung terlintas dipikiran kamu apa ? Kalo aku kenangan bertemu kak Ria Ricis di Ekologi saat siang hari yang mendung waktu itu. Nah, aku melakukan perjalanan dari wilayah selatan menuju utara Jogja yang jaraknya dapat membuat tangan gosong, akibat tanpa mengenakan sarung tangan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Beruntung siang itu awan hitam turut mengiringi perjalanaku.

Sesampainya dilokasi aku memilih tempat didepan dekat berdirinya Kak Ricis agar bisa lebih dekat dengan kak Ricis. Eh, maksudku lebih mudah mengambil gambar untuk produk yang akan aku cicipi.. yuhu... apa itu ya ?

Memasuki ruangan sudah terpajang dengan apik yaitu Joga Cushy Cheese dengan berbagai toping yang bermacam-macam. Waaah, sudah tidak sabar Unboxing Jogja Cushy Cheese dengan kak Ricis nih...

Kak Ricis tiba di lokasi Unboxing Jogja Cushy Cheese dengan menggunakan baju berwarna kuning dan berkaca mata hitam. Tampaknya kak Ricis selalu Cheeseria dengan hangat menyambut semua orang yang ada dalam ruangan dengan senyumnya.

“Cuacanya itu bikin baper, hujan diluar basah dipipi” Canda kak Ricis.

Kenapa ya, kak Ricis memilih Jogja untuk membuat usaha kuenya ?
“Karena Ricis jatuh cinta sama Jogja... wisatanya...” Jawab Ricis saat ditanya pembawa acara.

Sebelum bertemu monyoku ea ea.. Kak Ricis sempat belajar membuat keju ? “Karena Cushy berbahan dasar keju. Jadi mendalami usaha kita terutama membuat keju.” jelas kak Ricis.

Yang membuat Jogja Cushy Cheese Istimewa dengan cake yang lainnya apa ya ? “Yang pertama berbahan dasar keju, mungkin itu biasa. Tetapi yang bikin luar biasa topingnya beda-beda. Aaah, nggak. Jadi bawahnya, kalau mencicipi kue keju pada umumnya.. dari bawah sampai atas sama. Kalau Ricis punya bawahnya agak beda. Bedanya apa ? Penasaran ? Sama saya juga haha.. Makanya langsung icip saja” Beber kak Ricis dengan gaya bercanda.

Kekurangan kue Jogja Cushy Cheese apa sih ? “Kekuranya yang pertama adalah... Kurang banyak haha.. insyaAllah sejauh ini tidak ada” Jawab kak Ricis.

#TimeToCheese yuk kita unboxing Jogja Cushy Cheese.. Nah, yang pertama nyo bahasa Box dari Jogja Cushy Cheese. Dengan menggunakan box yang terbuat dari kertas dan tidak banyak menggunakan warna dalam pembuatannya. Hal ini sangat baik, telebih desain yang simpel tetapi terlihat kece.

Lalu dengan tempelan stiker yang membedakan rasa Jogja Cushy Cheese satu dengan yang lainnya. Eh, memangnya Jogja Cushy Cheese macamnya apa saja ?







1.Buleberia, dengan taburan keju dan lapisan berry yang nyus nyus bikin hari kamu cheeseria. Nah sejujurnya aku suka dengan kue dan yang manis-manis. Nah untuk kue dari Jogja Cushy Cheese tidak terlalu manis rasa manisnya itu soft lembut... dilidah.

2.Caramelonut, dengan toping kacang karamel bikin lidah krenyes nyes. Tetapi kacannya tidak membuat copot bracet kok. Aman, tidak keras hihi kacanya tidak alot dan keras. Teksturnya empuk.

3.Ria Miss U, kalau yang ini tiramisu ya.

4.Cakelet, suka dengan coklat ? taburan coklat.

5.Oh ricis, adalah rasa original dari Jogja Cushy Cheese.

6.Cas Cheese Cus, bagi yang pengen Jogja Cushy Cheese yang rasa kejunya plus plus cobain Cas Cheese Cus.

Jadi ada 6 variasi Jogja Cushy Cheese yang bisa kamu pilih sesuai dengan kesukaan kamu... Harga mulai dari Rp.48.000 perkotak yes..

Dari 6 variasi Jogja Cushy Cheese paling suka adalah Caramelonut, kaca karamelnya itu bikin nagih dan bercampur dengan kue keju yang soft bikin Monyoku cheeseria terus...
Jadi diaman aku bisa beli Jogja Cushy Cheese ? Langsung Cheesecus saja ke Jalan Timoho, (Jalan Ipda Tut Harsono No 56 Yogyakarta. Atau bisa cheesclic ke http://bit.ly/cushymap dan follow akun Insatgram dan Twitter @cushyjogja

Share:

HokBen Kaliurang Kenyamanan Untuk Semua

Chiken Stick, dokumentasi monyoku.com

Suatu sore yang cerah aku sibuk dengan berbagai tugas magang yang harus diselesaikan malam itu. Tetapi rasa lapar muncul dengan tidak diduga-duga, tetapi ingin makan dengan suasana nyaman dan bisa mengerjakan tugas. Akhirnya aku pun memutuskan untuk datang ke Hokben Kaliurang. Dengan pertibangan akses yang mudah dan dekat dengan daerah kampus jadi setelah selesai mengerjakan tugas aku bisa langsung mecetak hasil tugasku. Jalanan lumayan padat melewati Jalan Kaliurang tetapi parkir kendaraan yang luas membuat lega hatiku. Mobil dan motor bisa leluasa memparkirkan kendaraanya dengan rapi dan dijaga oleh tukang parkir yang ramah dan berhati nyaman . Iya, Jogja banget ya...

Dengan membawa laptop yang cukup besar dan tote bag berisi lembaran-lembaran tugas membuat aku harus merapikan bawaaan yang cukup banyak. Didepan Hokben tersedia kursi dan meja untuk menikmati menu dengan cuaca dan udara Jogja dari luar. Dan aku pun bisa menatat barang bawaan dengan leluasa disini. Kesan pertama memasuki Hokben Kaliurang sangat sejuk dengan sedikit pintu yang aku buka. Masuk Hokben Kaliurang disambut dengan sapaan dalam bahasa Jepang. Ramah ya..
Dengan memesan es sari leci hmmm... bikin adem pikiran nih... pikirku saat memesanya. Yakitori dan Chicken Stick menjadi pilihanku berikutnya. Melihat Yakitori ini mirip dengan sate. Tetapi tanpa bumbu kacang yesss. Sambil menunggu pesanan aku melanjutkan tugas dengan membuka laptop di meja yang lebar sehingga aku bisa mengerjakan dengan nyaman.

Dekorasi di HokBen Kaliurang simpel dengan dominan warna kuning yang mengihasi dinding dan kursi yang terbuat dari plastik serta sofa juga ada. Sedikit cerita nih Hokben itu dulunya bernama Hoka Hoka Bento  kemudian mengganti nama pada tahun 2013. Dulunya Hoka Hoka Bento berarti hangat hangat bersama. Iya, dapa saya simpulkan HokBen melayani dengan sangat baik hingga dianggap melayani keluarga sendiri. Dan kamu tahu nama anak kecil yang menjadi logo HokBen ? mereka adalah Hanako dan Taro.

Akhirnya datang juga pesanaku, yaitu Es Sari Leci untuk menyejukan pikiran dan memaniskan hariku yang penuh dengan tugas ini. Berikutnya Yakitori menu yang nikmat saat gigitan pertama. Daging dengan bumbu meresap kedaging membuat rasanya benar-benar nyam nyami... Untuk menu utama yaitu Chiken Stick dengan penyajian bowl yang pas ditangan sangat nyaman. Dimasak dengan dibakar membuat rasanya mirip dengan Yakitori tetapi jika di Chiken Stick saus yang meyilmuti daging pagang ini membuat kenikmatan tidak terandingin. Ditambah nasi hangat terasa tugas yang akun kerjakan biitu mudah. Mendapatkan energi kembali untuk bersemangat menyelesaikan tugas. Nah, ndak kuat dengan rasa dari Es sari leci, Yakitori, dan Chiken Stick silahkan melihat vlog berikut ini...


Share:

Mengunjungi Pantai Syariah Pulau Santan Banyuwangi

nelayan di Pantai Syariah, dokumentasi @raniajah
Matahari waktu itu sudah mulai berwarna merah telur, kira-kira sudah lewat jam 4 sore. Tempatnya hari jum’at tanggal 20 bulan ke sepuluh dan masih tahun 2017. Aku menginjakkan kaki dipasir hitam yang disebut Pulau Santan atau juga sering disebut Pantai Syariah. Aku mencari sebuah perbedaan dan cerita dibalik nama tersebut.

Aku mengawalinya dengan membeli tiket memasuki Pantai Syariah atau Pulau Santan yang pada saat itu ada produk minuman yang menjadi sponsor. Jadi saat membeli tiket akan mendapatkan satu gelas minuman teh. Wah, bagus juga diterapkan jika yang menjadi sponsor adalah produk dari masyarakat sekitar jadi bisa sekalian meningkatkan pendapatan. Tidak harus minuman tetapi produk olahan khas juga bisa. Hitung-hitung memberikan promosi untuk wisatawan yang berkunjung.


jembatan ungu pulau santan, dokumentasi @raniajah
Untuk menyebrang ke Pulau Santan atau menjelajahi Pantai Syariah, kita tidak perlu naik kapal, pesawat, maupun ojek tetapi cukup jalan kaki dari tempat pembelian tiket masuk karena akan ada jembatan yang berwarna ungu serta berjejer payung yang akan mengantarku sampai ke Pulau Santan maupun Pantai Syariah. Dari jembatan yang aku lalui dapat terlihat kanan dan kiri yaitu tumbuhan Bakau. Hijaunya daun Bakau membuat mataku terjenihkan.

Dan sepintas muncul pertanyaan pada diri sendiri “Kenapa disebut Pulau Santan ya ?” Padahal aku bisa menyebrang dengan jembatan dan jaraknya tidak jauh seperti Jembatan Suramadu. Dan ternyata Pulau ini memang terpisah dengan adanya sungai yang membuatnya menjadi Pulau. Lalu Santan itu apa ? Apa buah kelapa yang diparut kemudia air perasannya disebut santa dan banyak sekali yang menjualnya di Pulau ini ? Bukan ya, Disebut Pulau Santan karena terdapat banyak pohon Santan yang tumbuh di Pulau ini.

Sudah terlihat papan yang bertuliskan Pantai Syariah. Dari nama pantai yang disebut Syariah membuatku pun muncul banyak pertanyaan tentang itu. Apakah laki-laki dan perempuan akan dipisahkan ? Lalu bagaimana keluarga yang memiliki 1 orang ibu dan 1 ayah dengan 5 orang anak laki-laki dan mereka akan terpisah ? Atau apakah ada hijab pemisah antara pantai area laki-laki dengan area perempuan ? Dari pada bertanya sendiri dan membuat opini aneh-aneh ayoo kita meluncur ke Pantai Syariah.

Perhatikan papan yang ada didepan ya, area perempuan dikiri dan area laki-laki dikanan. Sepanjang mata memandang ke pantai area perempuan lebih sepi dan tidak terlihat bangunan rumah. Hal ini menjawab pertanyaanku tentang tidak adanya hijab pembatas ya. Nah, tadi yang aku katakan area perempuan tidak ada bangunan berbanding terbalik area laki-laki banyak warung dan fasilitas kamar mandi. Atau jangan-jangan mataku saja yang luput ya.

dibelakang nelayan tampak sampah berserakan, dokumentasi @raniajah

Aktivitas yang banyak dari warga sekitar Pantai Syariah membuat aku ingin menikmatinya. Mengamati kegiatan pada sore hari yang penuh perjuangan. Para nelayan yang menebarkan jaring dan para ibu-ibu serta anak-anak sambil bermain mereka membantu mengambil hasil tangkapan menggunakan jaring. Tidak perlu jauh ke tengah lautan di bibir Pantai Syariah sudah bisa mendapatkan ikan. Tetapi sangat disayangkan tidak hanya ikan yang terjaring tetapi banyak sekali sampah yang didapatkan. Entah dari mana sampah ini, tetapi yang jelas ini sampah abis pakai seperti bungkus plastik dari sabun cuci. Apakah ada petugas atau kegiatan rutin yang dilakukan untuk membersihkan sampah-sampah itu ? Akupun tidak tahu, tetapi untuk wisatawan dari menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam menggunkan kereta dan dilajutkan naik angkot. Aku sungguh menyayangkanya.

Sambil duduk dibawah pohon yang berada di depan rumah warga, aku mengamati kegiatan yang cukup membuatku bingung. Kenapa di area laki-laki banyak ibu-ibu yang diperbolehkan masuk. Apakah area pantai laki-laki boleh untuk perempuan ? Maka dari itu salah satu teman mencoba masuk pantai area perempuan dan tidak diperbolehkan masuk karena itu khusus perempuan. Jadi.. seperti itu,

Dan pikirku juga harus berpakaian selayaknya yang sudah diajarkan dalam agam Islam yaitu harus menutupi aurat. Misalnya wisatawan laki-laki yang menggunakan celana pendek bisa menggunkan kain yang bermotif yang disediakan pengelola untuk disewakan sekalian mengenalkan kebudayaan dari motif-motif kain misalkan corak baik. Sedangkan untuk perempuan bisa menggunakan pakaian yang tertutup. Ada desain baju renang khusus yang bisa dipakai ya ?

Sedikit bercerita dengan warga katanya pantai ini dulunya banyak pengunjung yang melakukan kegiatan negatif. Hmm.. apa saja hayo ? Nah, untuk menghilangkan atau mencegah perbuatan yang merugikan dijadikanlah Pantai Syariah ini. Bagaimana menurut mu ?

Jika Pantai Syariah ini ada di Jogja pantai mana yang cocok menurutmu ya ? Eh tunggu dulu dari sini aku dapat mengkategorikan Pantai Syariah sebagai Destinasi Pariwisata Halal. Definisi Pariwisata Halal sendiri menurut presentasi Kementrian Pariwisata tanggal 29 September 2017 ialah “Berbagai macam kegiatan wisata dan didukung fasilitas serta layanan yang dibolehkan dalam ajaran Islam yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, disediakan oleh dunia usaha, masyarakat setempat, pemerintah (pusat dan derah).

Maka seandainya ada Pariwisata Halal di Jogja seharusnya bagiaman ya ? Silahkan berikan pendapatmu dibawah ya ? Tunggu artikel berikutnya yang masih membahas tentang Pariwisata Halal. Jika artikel berjudul “Mengunjungi Pantai Syariah atau Pulau Santan di Banyuwangi” bermanfaat bagi teman, saudara, atau orang yang belum kamu kenal. Silahkan membagikannya diakun sosial media kamu. Terimakasih!
Share: