#PesonaRamadan2018 Asyiknya Jalan-jalan Sejarah, Mengapresiasi Karya & Kulineran di Pasar Kakilangit





Asyiknya Monyoku Jalan-jalan ditemani Tania dan Latifah mengisi waktu luang di Jogja. Puasa tidak menjadi alasan untuk tidak piknik dan berwisata ke tempat-tempat ketje nan mempesona.

Perjalanan kami bertiga pertama kali berwisata sejarah ke Makam Raja-raja Mataram. Di sini seru banget mengenal masa lalu dan mendengar cerita dari salah satu petugas yang sangat rinci mengenalkan kami cerita sejarah.

Selain wisata sejarah, kita juga mengapresiasi karya seni di alam terbuka yang amazing banget! Antri hanya ingin berswafoto di karya tersebut. Tidak main-main, wisatawan manca negara juga memenuhi antrian loooh.

Berakhir di Destinasi Digital Pasar Kakilangit, kita bisa menikmati salah satu kuliner khas yaitu Thiwul untuk menu berbuka puasa kami dan minuman yang segar banget.


Follow our Social Media
Twitter : https://twitter.com/monyoku/
IG : https://www.instagram.com/monyoku/
Facebook: https://www.facebook.com/monyokudotcom/
Webiste: https://www.monyoku.com/


*******
*******

Terima kasih mas Ully yang sudah mau jalan-jalan bersama kami dan menjadi sutradara, videografer, editor, pengarah
Follow Ully Ashidiqi : https://www.instagram.com/ully_ashidiqi
Share:

Mini Trip Studio Alam Gamplong

Tim GenPI Jogja menyelusuri Studio Alam Gamplong

Senin, 30 April 2018 Monyoku bersama Tim GenPI Jogja menyelusuri Studio Alam Gamplong yang digunakan untuk syuting Film Sultan Agung yang berlokasi di Gamplong, Sumberrahayu, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami naik odong-odong dari Studio Alam Film Sultan Agung menjelajahi Gamplong untuk melihat kreativitas masyarakat sekitar. Apa yang perlu Anda tahu? Bahwa ada banyak produk yang bernilai jual tinggi hingga luar negeri.

Jujur saja saya merasa rugi baru mengetahui bahwa di Gamplong mempunyai masyarakat yang kreatif. Bagaimana tidak kreatif? Terdapat perajin tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang sangat luar biasa. Hasil tenun yang khas diproduksi dari tangan-tangan si Mbah yang sudah mulai memutih rambut kepalanya. Kalau saya tebak umurnya sekitar 70 tahun. Selain itu ada 2 Ibu yang sedang menenun di ruangan yang luasnya sektar 10x10 meter.

Apakah hanya tenun? Belum, masih ada lagi yang saya temu di Gamplong. Kerajinan dari pasir yang digunakan untuk menghias tempat tisu, bingkai foto, dan bentuk lainnya yang dapat digunakan untuk souvenir acara pernikahan. Menurut salah satu pengrajin yang sedang membuat pola menggunakan lem kayu, pekerjaan yang belum selesai bisa dikerjakan di rumah masing-masing dan nantinya setiap minggu akan di setor. Namun, jika sudah terkumpul banyak tidak perlu menunggu satu minggu untuk mengumpulkan kerajinan yang sudah selesai.
Kerajinan dari Pasir

Ada tiga jenis pasir yang digunakan untuk kerajinan ini. Dibagi dari warnanya yaitu pasir putih, cokelat, dan hitam. “Pasir ini didapat dari pantai selatan Gunungkidul.” Tutur pengrajin yang sedang membuat pola.

Bahkan jika sampai cerita ini Anda sudah ingin mengunjungi Gamplong? Saya rasa masih ada alasan lainnya, selain kerajinan tenun dan pasir. Yaitu kerajinan yang berbahan dasar dari enceng gondog yang menjadi berbagai tas cantik hingga di ekspor ke luar negeri. Uniknya banyak wisatan asing yang mencari sendiri ke rumah-rumah di Gamplong untuk mendapatkan barang yang disukai untuk dijual kembali di luar negeri.

Semakin cinta dengan Indonesia? Nah, satu hal lagi yang harus Anda ketahu di Gamplong adalah Studio Alam Film Sultan Agung. Sudah pernah dengar belum? Studio Alam ini persembahan dari Mooryati Soedibyo Cinema dalam menjalankan prakarsa memproduksi film “SULTAN AGUNG THE UNTOLD LOVE STORY” sebagai totalitas dalam berkarya tanpa kenal lelah dengan satu tujuan adalah Legacy bagi Generasi Zaman Now.

Setelah saya dan tim GenPI Jogja berkeliling di Studio Alam Film Sultan Agung yang memiliki bangunan yang bagi saya cocok untuk lokasi pre-wedding nih.. Dan saya pun bertemu sang sutradara loh? Hanung Bramantyo menggunakan kemeja kotak-kota persis di depan saya berjarak sekitar 7 meter dan kami berhadapan. Ea ea... terus  ngapain saja ya? Mas Hanung menjelaskan terkait Studio Alam tersebut.

Kanan Sutradara Hanung Bramantyo

Menurut Mas Hanung studi banding itu perlu untuk menjadi maju, jadi Studio Alam adalah turunan dari memproduksi film “SULTAN AGUNG THE UNTOLD LOVE STORY.” Nantinya tempat ini bisa dijadikan latar untuk film-film yang sesuai dengan  Studio Alam. 

Bagaimana menurut Anda? Apakah tertarik untuk berwisata di Gamplong dan Studio Alam Film Sultan Agung? Silakan berikan komentar Anda di bawah ya! 

Share:

Review Film Terbang Menembus Langit

Dion Wiyoko dan Laura Basuki

Akhirnya nonton film juga ya... Pada 10 April 2018 dilaksankan nonton bareng film Terbang Menembus Langit di Jogja, tepatnya di Cinemaxx Lippo Plaza Jogja. Nonton bareng film ini bersama Komunitas Blogger Jogja.

Hyaaa... ramainya dan seru... Sebelum nonton ada meet and greet dengan para pemain Terbang Menembus Langit. Meet and greet dilaksanakan di atrium Lippo Plaza Jogja sekitar jam 6 para pemain mulai hadir di panggung.

Pertama ada Indra Gunawan atau lebih dikenal dengan sebutan Indra Jegel, Dayu Wijanto, dan satu lagi tebak hayoo ? Hahaha~

3 pemain Terbang keluar pertama kali
Jadi dua anak muda tersebut akan berperan menjadi anak kos yang merantau. Dan berbeda asal, sedangkan Dayu Wijanto berperan menjadi Ibu Kos. Nah setelah beberapa menit mulai bermunculan permain-pemain lainya. Seperti Delon, Marcel Darwin, Baim Wong dan pemain utama yaitu Dion Wiyoko dan Laura Basuki.

Dion Wiyoko berperan sebagai Achun dan Laura Basuki sebagai Candra. Hmmm.. penasaran ? Dari segi alur film Terbang Menembus Langit menggunakan alur maju mundur cantik... Latar syuting ada 3 tempat. Yaitu Tarakan, Surabaya, dan terakhir Jakarta.

Hayooo tebak, kota mana yang paling banyak digunakan untuk latar tempat film Terbang Menembus Langit ? Yap... Surabaya. Jadi, Achun merupakan keturunan Cina yang memiliki saudara 8 dan dia ingin sekolah setingi-tinginya. 

Film ini menyegarkan kita akan kesatuan dan persatuan. Walaupun berbeda suku, bahasa, dan agama kita ya satu, Indonesia. 

Film Terbang Menembus Langit sangat banyak pesan yang dapat kita ambil. Mulai dari jangan pernah menyerah untuk terus berjuang. Walaupun gagal terus menerus tetapi selalu ingat tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.

Eist... belum selesai review karena ingin menonton kembali film Terbang Menembus Langit nih.. Yuk nonton!
Share: