Polisi Dibully Anak 15 Tahun ? Ini Tanggapan Kapolda DIY





Pada tanggal 26 Juli 2017, Dimulai pukul 19.00 WIB telah terlaksana acara bincang santai dengan tema “Membangun Budaya Positif dalam Bermedia Sosial”. Acara tersebut bertempat di The Sahid Rich Hotel Yogyakarta bersama empat pembicara perwakilan dari Kadiv Humas PORLI, Kapolda DIY, Sesditjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, dan Komnas Perlindungan Anak. Para peserta adalah pengelola grup di media sosial serta komunitas yang ada dijogja salah satunya Komunitas Blogger Jogja. Dalam acara tersebut Brijen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. menanggapi soal bully yang dilakukan oleh anak 15 tahun menggunakan media sosial Facebook untuk membully polisi. “Kalau bisa datangin, jangan diseneni. Itu anak masih 15 tahun nggak ngerti. Alhamdulillah, kalau jadi nanti itu masuk pesantren. Besok kalau bisa masuk jadi polisi, masuk jadi polisi gitu kan ya. Jadi itu karena kurang paham.” Jelasnya.

Selain itu, Brijen Pol Drs. Ahdamd Difiri merasa terbantu dengan adanya grup seperti info cegatan jogja dan yang lainnya di sosial media. Karena mendapatkan informasi yang banyak dari grup tersebut melebihi dari anggota-anggota polisi sendiri. Walapun informasi sekeras apapun akan tetap diterima.

Beliau menambahkan tidak hanya dalam dunia maya, citizen ditarik untuk mengikuti kegiatan menanam pohon dan melepas tuki. Agar mendapatkan sentuhan-sentuhan kemanusiaan tidak hanya sentuhan gadget terus menerus untuk menjaga emosional juga.



Peribahasa bahasa jawa disampaikan untuk menutup pembicaraan beliau yaitu Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti. Suro yang artinya berani sedangkan Diro kekuatan. Jayaningrat kalau punya uang kuasa dengan uang, kalau pangkat seperti Kapolda dengan wewenangnya. Dengan semua itu bisa menjadi sombong tetapi tidak akan ada artinya, akan sirna, musnah, dan lebur karena kelembutan dan kasih sayang.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar