Ambisi Mengampiri Membuat Pudar Janji

Hari ini sudah 91 hari kurang lebih pasca operasi yang membuatku yakin, bahwa dalam adegan film saat di ruang operasi memang mendebarkan. Mungkin suatu hari kamu harus mencobanya, bukan menjadi pasien tapi menemani istri atau saudaramu yang akan melahirkan haha...

Oktober sudah akan berlalu, akhirnya ceremony perayaan hari kelahiran sudah tidak sesering masa remaja. Aku paling tidak menyukainya. Hanya akan mengingatkan kejadian lampau saat di ibu kota. Pedih, perih, dan kata menggerakan bibir berucap "kota metropolitan amat kejam". 

Begitu kejamnya aku dengan mengkambing hitamkan keadaan aku tidak ingin berkomunikasi. Walapun hanya via whatsapp, dan semua kedaan menjadi melambat. Begitu pun dengan gerak-geriku yang selalu 'diladenin' penuh kasih. Hingga bibir berucap "Aku tidak akan kemana pun sampai tugasku berakhir, setidaknya aku di pulau Jawa". 

Hei... aku sudah rindu bertegur sapa! Aku dahulu memahami diriku sebagai penyandang 'introvet' tapi entah sejak kapan 'introvet' berubah menjadi terbalik. Aku bahkan bisa berbicara dengan orang yang tidak aku kenal di jalan. Mungkin aku hanya tersugesti oleh novel-novel yang telahku baca. Aku suka berbica hal penting, menyenangkan, namun tidak serius. Kini aku menunggu mahkotaku kembali dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Gaes! Hari ini aku berambisi untuk keluar dari pulau Jawa. Namun, tujuanku menjadi kabur tanpa fokus. Menjadi merpati yang terbang kesana kemari mencari suasan hangat yang fana. Kepalaku menjadi pusing akibatnya. Saat ingin terlelap, aku ingin membagikan ini. Karena aku tahu tidurku tidak nyeyak karena ini. Tidak bisa terlentang~ 

Mungkin aku kurang bersyukur, padahal matahari masih bersinar dipagi hari. Bintang masih mendampingi kehadiran bulan kala petang. Ya... selamat berjuang semuanya. Aku hanya ingin bercerita karena menulis dapat meredakan sakit tanpa air mata tanpa bersuara.

Jangan berambisi karena hati akan tergoyah yang membuat pudar janjimu.
Monyoku


Yogyakarta 30 Oktober 2018
Pukul 20.15 WIB

Share:

0 komentar:

Posting Komentar